onlinecasino.webgarden.com

Welcome to Delicate template
Header
Just another WordPress site
Header

Cermati Label Makanan

June 7th, 2013 | Posted by admin in SEPUTAR ASI

Makanan kemasan sudah menjadi kebutuhan kita sehari-hari. Di zaman serba instan seperti sekarang ini, faktor praktis dan cepat sangat penting. Kecuali makanan rutin yang kita konsumsi pada saat jam makan, 3 kali sehari, kita terbiasa mengonsumsi produk kemasan, mulai dari makanan ringan sampai minuman kaleng.

 

Apa yang Anda makan? Yang paling Anda ingat, tentu saja, mereknya dan kandungan utamanya. Padahal, makanan kemasan mempunyai banyak kandungan di luar kandungan utama. Ada yang menambahkan pengawet, zat pewarna, pemanis buatan; ada pula yang bernilai gizi rendah dan berbahaya.

 

Cara paling mudah untuk mendapatkan produk kemasan yang aman dan sehat, Anda harus memperhatikan 3 informasi pokok, yakni kemasan produk, label produk, dan tanda daftar pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) atau Departemen Kesehatan. Kita tentu saja harus memilih makanan dengan kemasan yang baik. Untuk makanan kaleng misalnya, sebaiknya cari yang tidak penyok, berlubang, karatan, dan tidak cembung. Kondisi fisik kemasan bisa berpengaruh pada isinya, kemasan yang sudah rusak dikhawatirkan isinyapun rusak, terjadi kontaminasi, dan dapat mengakibatkan keracunan.

 

Tapi, pernahkah Anda membaca label makanan kemasan yang Anda beli? Seringkali kita mengabaikannya. Padahal, dari label inilah konsumen bisa mengetahui banyak soal produk dalam kemasan tersebut. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 tentang Label Makanan dan Iklan Pangan, setidaknya ada lima informasi yang wajib dicantumkan produsen dalam label makanan, yaitu: nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih atau isi bersih, nama atau alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia, serta masa kedaluwarsa.

 

Keterangan pada label makanan kemasan sangat membantu konsumen pada saat memilih dan menggunakannya. Komposisi yang terkandung dalam makanan tersebut misalnya, memberikan informasi kepada konsumen apa saja bahan yang digunakan untuk membuat produk tersebut. Mungkin saja salah satu bahannya termasuk yang perlu kita hindari, sehubungan dengan penyakit atau reaksi alergi.

 

Kedaluwarsa

Informasi dalam label yang perlu diperhatikan adalah masa kedaluwarsa produk. Keterangan mengenai tanggal kedaluwarsa menunjukkan kelayakan makanan tersebut untuk bisa dimakan atau tidak.

 

Perhatikan juga cara penulisan tanggal kedaluwarsanya. Ada yang tertulis ‘gunakan sebelum tanggal’ berarti makanan tersebut termasuk cepat rusak. Pada tanggal kedaluwarsa tersebut berarti makanan sudah tidak boleh dikonsumsi, dan produk sudah harus ditarik sehari sebelumnya.

 

Untuk produk yang daya tahannya lebih lama, sering dicantumkan ‘sebaiknya digunakan sebelum’ atau ‘baik sebelum’ yang artinya pada saat masa kedaluwarsa, kualitas produk akan berkurang atau hilang.

 

Zat Aditif

Dalam label kemasan bisa ditemukan kandungan isi, termasuk zat aditif, yang digunakan dalam pembuatan atau persiapan pangan dalam kemasan. Bahan tambahan yang mesti dicantumkan dalam kandungan isi adalah untuk memperbaiki penampilan bau, rasa, konsistensi atau lama penyimpanannya. Memang tak semua penggunaan zat aditif bisa dihindari karena memang diperlukan dalam pemrosesan makanan, antara lain untuk meningkatkan daya tahan makanan terhadap mikroorganisme, memperkaya nilai zat makanan, dan memperbaiki sifat-sifat makanan.

 

Zat aditif yang lazim dikenal, biasanya digunakan untuk pewarna, pengawet, dan penggurih pada berbagai jenis produk makanan. Masalahnya, tak semua zat yang dicampurkan ke dalam makanan baik dikonsumsi– bahkan berbahaya bagi tubuh, seperti pewarna tekstil, atau formalin yang sering digunakan untuk pengawet mayat.

 

Halal

Yang perlu juga diperhatikan konsumen adalah kehalalan produk. Untuk Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslim, sertifikasi halal memang sangat penting. Hal ini menjadi syarat wajib bagi konsumen dalam mengkonsumsi makanan. Karena itu, produk makanan dalam kemasan haruslah halal sebagaimana dicantumkan pada labelnya, agar seorang muslim tidak perlu ragu-ragu dalam membeli makanan. Kehalalan ini tidak terbatas pada bahannya saja, tetapi juga dalam pemrosesannya. Untuk bisa mencantumkan label halal ini, produsen harus melalui serangkaian prosedur dan audit yang meliputi tim dari Badan POM, Departemen Agama, dan MUI.

 

Konsumen harus juga melihat dengan teliti nama dan alamat produsen di label kemasan, termasuk untuk produk luar negeri. Jika terjadi sesuatu yang merugikan, tidak sulit mengajukan tuntutan. Sebaiknya jangan buang struk pembelian barang Anda sebagai bukti jika terjadi kerusakan produk.

 

 

BOX

WAJIB LABEL KEDALUWARSA

Produk-produk yang wajib mencantumkan batas kedaluwarsa:

  • aneka jenis susu
  • yang mengandung susu
  • makanan bayi
  • roti, biskuit dan sejenisnya
  • coklat dan produknya
  • kelapa dan hasil olahannya
  • minyak dan lemak
  • margarin
  • produk telur
  • saos
  • minuman ringan tidak berkarbonat
  • sari buah

Produk yang tidak perlu mencantumkan batas kedaluwarsa:

  • minuman beralkohol
  • anggur
  • gula
  • cuka
  • MSG
  • buah dan sayur
  • kue dan pangan yang habis dikonsumsi dalam 24 jam

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>